KRI Klewang 625 Terbakar di Dermaga AL Banyuwangi

video

Belum genap sebulan sejak dipamerkan kepada publik pada 31 Agustus lalu, kapal perang milik TNI-AL KRI Klewang 625 ludes terbakar di dermaga Pangkalan TNI-AL (Lanal) Banyuwangi, Jatim, kemarin sore. Kapal reaksi cepat senilai Rp 114 miliar itu pun nyaris tak tersisa. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya kapal perang yang diklaim paling canggih tersebut. Meski telah di-launching beberapa waktu lalu, kapal tersebut sejatinya belum seratus persen rampung. Saat ini kapal masih masuk tahap finishing. Karena itu, aktivitas pekerja terus ada di kapal tersebut. 


Lantas, bagaimana KRI Klewang bisa terbakar? Pekerja yang tak mau disebutkan namanya itu mengungkapkan, kebakaran terjadi begitu cepat. Sebelum muncul percikan api, semua lampu di kapal tiba-tiba padam. Selanjutnya, ada percikan api dari arah mesin yang ada di bagian tengah. ”Ada api. Kami semua langsung lari,” terangnya. Sejurus kemudian, api yang ada di bagian tengah kapal sudah membesar. Angin yang bertiup cukup kencang di sekitar Selat Bali membuat api cepat menjalar hingga membakar bagian lain dari kapal yang berbahan baku komposit tersebut.


Dia mengaku tidak tahu pasti penyebab kebakaran. Diduga, api muncul karena hubungan arus pendek listrik atau korsleting pada mesin yang sedang diperbaiki. ”Saat mesin dihidupkan, lampu langsung padam dan muncul api,” ungkapnya.    Nah, ketika api membesar, beberapa pekerja terjebak. Mereka lantas nekat terjun ke laut dan berenang ke pantai yang berjarak sekitar 75 meter. ”Sepertinya ada tiga orang yang melompat ke laut,” ujar Affandy, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Affandy, saat kali pertama dirinya melihat, api masih kecil. Tapi, dari bagian tengah kapal sudah keluar asap tebal. ”Api yang ada di kapal itu dalam waktu singkat membesar karena angin bertiup kencang,” ucapnya.Direktur PT Lundin Industry Invest, kontraktor pembuat kapal, Lisa Lundin mengaku belum tahu penyebab insiden itu. ”Kita masih menyelidiki kenapa sampai bisa kebakaran ini,” katanya melalui SMS.Lisa tidak mau berspekulasi soal penyebab terbakarnya kapal perang produksi perusahaannya. Termasuk, dugaan korsleting pada mesin yang sedang dikerjakan. ”Senin (1/10) aja dikabarin,” ungkapnya.


Lisa menuturkan, saat kapal terbakar, ada beberapa pekerja yang masih menyelesaikan peralatan kapal. Tapi, semua pekerja selamat. ”Pekerjanya banyak, tapi alhamdulillah semuanya selamat,” katanya. 
KRI Klewang diluncurkan dari galangan kapal PT Lundin Industry Invest di Pantai Cacalan, Kalipuro, Banyuwangi, 31 Agustus lalu. Kapal reaksi cepat itu diklaim paling canggih yang dimiliki TNI-AL.Saat diluncurkan, KRI Klewang yang bernilai Rp 114 miliar baru rampung sekitar 90 persen. Setelah berhasil diluncurkan di Pantai Cacalan, pengerjaan akhir dilanjutkan di dermaga Lanal Banyuwangi. Beruntung, saat terbakar kemarin, peralatan persenjataan belum dipasang.

KRI Klewang merupakan kapal cepat rudal pertama yang dimiliki TNI-AL. Kapal tersebut tidak bisa dideteksi radar karena berbahan komposit. Tidak semua negara punya kapal jenis itu. Hingga saat ini baru Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang memiliki kapal yang paling ekonomis di kelasnya tersebut. AS pun hanya memiliki empat unit. Kementerian Pertahanan sebenarnya memesan empat unit kapal jenis itu. Tapi, yang rampung baru satu. Kapal tersebut akan dilengkapi empat rudal jenis C-705 dengan jarak jelajah 120 kilometer. KRI Klewang memiliki 27 anak buah kapal (ABK).


Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Untung Suropati membenarkan kapal berteknologi canggih KRI Klewang-625 terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur. "Namun kami belum tahu penyebabnya, kami masih menunggu penyelidikan," katanya di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jumat (28/9) petang. 

Kabar beredar menyatakan KRI Klewang-625 dengan rancangan sangat berbeda dengan kapal konvensional itu terbakar sekitar tengah hari. Menurut sumber, kapal itu terbakar sesaat sesudah tim inspeksi dari TNI AL meninggalkan dermaga tempat kapal itu ditambat. Direncanakan, Senin pekan depan kapal ini diujicoba berlayar sebelum upacara serah terima kepada TNI AL. 

KRI Klewang-625 berukuran panjang 63 meter ini merupakan kapal tipe trimaran (tiga lunas) yang dibangun Lundin Industries di Banyuwangi. KRI Klewang-625 dibuat berbahan baku sejenis serat gelas yang diklaim kekuatannya menandingi baja, namun tidak memantulkan gelombang radar. Teknologistealth ini juga dimiliki pesawat terbang intai F-117 Night Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat. 

Dengan biaya sekitar Rp 114 miliar per-unit, kapal dengan tipe KRI Klewang-625 direncanakan dibuat sebanyak tiga unit. 


-Dari berbagai sumber-