HARJABA SUNRISE OF JAVA YANG KE-241

Festival Anak Yatim 2012
Festival ini diadakan tanggal 15 November 2012 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1434 Hijriah. Acara ini adalah hasil kolaborasi dari Radar Banyuwangi ( JPNN Group ) dan pemkab Banyuwangi. Acara akan dihelat mulai jam 15.00 sampai dengan 20.00 WIB. Acara yang rencananya akan dihadiri sekitar 3000-an anak yatim-piatu di Banyuwangi ini bertujuan untuk memberikan hiburan pada mereka. Di acara ini, anak-anak yatim tersebut bisa menikmati berbagai hiburan gratis yang diadakan Pemkab Banyuwangi. Selain itu ada juga beberapa lomba yang khusus diadakan untuk mereka. Lomba-lomba itu antara lain lomba Adzan, Hafalan Do’a dan beberapa perlombaan lainnya. Di acara ini, peserta juga bisa menikmati aneka makanan dan minuman secara gratis.


Parade Gandrung Sewu 
Acara ini akan dihelat tanggal 17 November 2012 mulai jam 15.00 WIB di pantai Boom Banyuwangi. Acara ini masih merupakan salah satu rangkain pembuka dari Banyuwangi Etno Carnival yang akan dihelat sehari berikutnya. Sesuai dengan namanya, acara ini akan dihadiri oleh pegiat seni Banyuwangi khususnya para penari gandrung. Para penari yang akan tampil adalah penari-penari lokal yang berasal dari berbagai sekolah dan sanggar tari di Banyuwangi. Sesuai dengan nama acaranya, acara ini akan dihadiri sekitar 1000 orang penari. Berdasarkan pantauan, menurut Budiarto selaku ketua panitia, hingga tanggal 11 Oktober kemarin penari Gandrung yang terdaftar sekitar 1200-an orang.
Acara ini akan digelar dalam dua sesi. Sesi pertama akan diisi tari-tarian pengantar dan performance dari beberapa kesenian lokal Banyuwangi. Sesi dua adalah penampilan 1000 penari Gandrung. Sesi ini adalah sesi puncak dari Parade Gandrung Sewu.


Banyuwangi jazz Festival 2012
Acara Banyuwangi Jazz Festival akan digelar tanggal 17 November 2012. Acara mulai dari jam 19.00 WIB di Gedung Seni Budaya ( Gesibu ). Acara ini masih dalam rangkaian acara Banyuwangi Etno Carnival. Acara ini rencananya akan dihadiri beberapa musisi nasional antara lain: The groove Experience, Rieka Roeslan n Reza, ESQI-EF, Syaharini and Queenwords, Monita Tahalea and Friends serta Riza Arshad.


Banyuwangi Etno Carnival 2012
Banyuwangi Etno Carnival tahun ini merupakan pagelaran kedua setelah yang pertama tahun lalu. Acara tahun ini masih di bawah supervisi Dynand Fariz ( penggagas Jember Fashion carnival ). Setelah tahun kemarin ada beberapa pertentangan tentang perhelatan ini, tahun ini semoga tidak lagi ada pro – kontra dari acara ini.
Sejak dari awal penyelenggaraannya tahun lalu, acara ini bertujuan menjembatani antara kesenian asli Banyuwangi yang telah lama berkembang dengan kemajuan jaman. Untuk tahun ini tema yang diusung adalah Re-barong. Kenapa Tari barong? Tari Barong adalah salah satu kesenian yang berkembang di Banyuwangi. Tari ini ada kemiripan dengan tari barong yang berkembang di Bali. Tari Barong Banyuwangi adalah simbol kebersamaan. Dalam setiap acara suku Using, Tari barong selalu ditampilkan dalam beberapa Versinya. Karena itulah, tema BEC tahun ini adalah Re-Barong yang bertujuan untuk kembali mengenalkan tari barong sebagai salah satu seni tari yang berkembang di Banyuwangi.
Penyelenggaraan BEC tahun ini masih sama seperti tahun lalu, dimana peserta harus melalui audisi. Audisi tahun ini setiap peserta diminta untuk membawakan tari Barong. Setelah melalui test tari, peserta diminta untuk mengikuti test jalan layaknya model sedang berlenggak-lenggok di catwalk. Untuk sementara peserta yang lolos audisi sebanyak 189 peserta dan mereka nantinya akan tampil mengisi acara di Gesibu. Kebanyakan dari mereka adalah perwakilan beberapa SMA/SMK di kabupaten Banyuwangi ditambah beberapa orang peserta umum serta top 20 BEC edisi 2011. Peserta tahun ini di bagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok Merah, Hijau dan kuning.
Tanggal 18 November 2012, para peserta akan mulai berkumpul di Taman Blambangan jam 10.00. Acara BEC sendiri akan dimulai jam 12.30 WIB.Saat acara berlangsung, bagi pecinta fotografi ada juga lomba fotografi dengan tema BEC 2012 yang diadakan oleh dinas pariwisata Banyuwangi. So ini kesempatan bagi para pecinta fotografi, berlibur sambil hunting foto dan ikutan lomba.


Wayang Kulit
Pagelaran wayang kulit (dalang Ki Enthus) akan menjadi suguhan budaya tradisional lainnya dalam rangkaian Banyuwangi Festival.


International  Power Cross Championship
Selanjutnya, International Power Cross Champhionship juga akan menjadi kegiatan yang menarik bagi penggila motor cross.


Banyuwangi Tour De Ijen
Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) adalah lomba balap sepeda berskala internasional menempuh jarak sekira 340 kilometer. Event ini adalah pagelaran tahun pertama. Pagelaran yang rencananya akan diikuti sekitar 115 atlet balap sepeda. Peserta berasal dari 16 negara antara lain: Belanda, Jerman, Malta, Australia, Inggris, Irlandia, Iran, Jepang, China, Singapura, Thailand, Singapura, Filipina, korea Selatan dan tuan rumah Indonesia. Jumlah klub balap sepeda yang tampil adalah 25 team.
Lomba ini akan dibagi dalam tiga stage, menempuh jarak sekitar 300 kilometer dan istimewanya semua lokasi lomba ada di Banyuwangi. Stage 1 berjarak 111,7 Km akan mulai startnya dari Banyuwangi menuju ke pantai wisata Pulau Merah. Di stage ini peserta akan disuguhi beberapa pemandangan pantai yang indah memukau. Selain suguhan panorama yang indah, peserta juga akan disambut dengan keramahan masyarakat sekitar.
Stage dua akan memulia start-nya dari kecamatan Kalibaru menuju ke Kawasan Wisata Gunung Ijen. Kecamatan Kalibaru yang terletak di selatan gunung Raung dan di timur Lereng Gumitir ini memiliki udara yang dingin, hingga sangat cocok untuk beberapa komiditi perkebunan seperti Tanaman Karet, Kakau, Kopi dan buah-buahan. Di daerah ini ada beberapa wisata alam yang bisa dinikmati antara lain Agrowisata Krikilan, Pemandian Jatirono, Pemandian Umbul Pule, Arung Jeram di aliran Kalibaru. Mulai dari start sampai finish, peserta akan dimanjakan dengan hijaunya pemandangan yang didominasi oleh perkebunan dan persawahan di kiri kanan rute. Jarak yang ditempuh untuk stage ini adalah 147,4 kilometer.
Stage terakhir akan dilangsungkan di kota Banyuwangi. Stage ini disebut juga dengan Banyuwangi Circuit Race dan menempuh jarak 110 kilometer. Di Etape ini para peserta akan berlomba mengelilingi kota Banyuwangi dan dimanjakan dengan pemandangan beberapa taman kota yang ada. Selain itu masih ada juga suguhan beberapa kesenian khas Banyuwangi di beberapa titik.
Banyuwangi tour de ijen adalah kerjasama pemkab dan ISSI. Selain sudah diakui oleh ISSI, event ini juga sudah masuk salah satu kelender event di federasi balap sepeda dunia ( UCI ). Event ini menurut rencana akan diadakan setiap tahun. Event ini diadakan untuk mempromosikan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata dunia.


Konser Band Ungu
Konser Band Ungu berkampanye pemuda anti narkoba, HIV/AIDS dan kekerasan
 


Festival Kuwung
Festival Kuwung rangkaian acara selanjutnya sebelum ditutup dengan acara puncak Malam Resepsi Harjaba ke-241. Festival Kuwung adalah parade Budaya yang menampilkan berbagai macam budaya yang berkembang di Banyuwangi. Kuwung berasal dari bahasa Using yang berarti pelangi. Pawai budaya ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Banyuwangi. Parade budaya ini selain menampilkan sejumlah budaya Banyuwangi, juga akan ditampilkan beberapa kebudayaan dari beberapa kabupaten di Jawa Timur. Festival ini akan dilaksanakan tanggal 22 Desember 2012.
Dari berbagai budaya yang ditampilkan, ada satu fragmen yang menggambarkan proses berdirinya Kadipaten Blambangan yang menjadi cikal bakal kabupaten Banyuwangi. Dalam fragmen ini dikisahkan Kebo Marcuat selaku penguasa tunggal Blambangan. Kebo Marcuat yang sakti mandraguna akhirnya bisa dikalahkan oleh Bambang Menak. Bambang Menak sendiri tak lain adalah putra dari Kebo Marcuat. Setelah berkuasa Bambang Menak berganti nama menjadi Jaka Umbaran.
Fragmen ini seakan ingin mengubah kesan jika penguasa Blambangan adalah Adipati Menak Djinggo, seorang yang dalam serat Damar Ulan digambarkan sebagai orang yang buruk rupa, berkaki pincang dan berperangai buruk. Serat Damar Ulan sendiri dibuat oleh penguasa Mataram yang kesulitan menaklukkan Blambangan atau Majapahit Kedaton Timur.
Selain beberapa event di atas, masih ada beberapa event lain yang diadakan di bulan November – Desember. Acara-acara itu antara lain Petik laut di beberapa pantai lain yang tanggal pelaksanaannya berbeda dari petik laut muncar. Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus di alun-alun Genteng tanggal 23 november 2012. Internasional Power Cross Banyuwangi tanggal 1-2 desember 2012 di Stadion Diponegoro Banyuwangi. Konser Band Ungu sekaligus deklarasi pemuda anti narkoba tanggal 12 Desember 2012 di Stadion Diponegoro Banyuwangi dan Malam Resepsi Hari Jadi banyuwangi ( HARJABA ) ke 241 di Alun-Alun Banyuwangi.


Untuk yang tertarik datang ke Banyuwangi saat event tersebut berlangsung jangan khawatir. Masalah transportasi Banyuwangi dapat di kunjungi dengan menggunakan beberapa sarana transportasi. Untuk jalaur darat bisa menggunakan bus dan kereta api. Dari Jakarta, ada bus malam yang melayani jalur Banyuwangi-Jakarta PP. Bus malam itu antara lain Lorena, Pahala Kencana dan Safari Dharma Raya. Bus dari Jakarta tujuan Banyuwangi biasanya berangkat jam 13.00 – 14.00 ari terminal Lebak Bulus. Untuk yang ingin menikmati perjalanan dengan Kereta bisa naik kereta api dari Jakarta ke Surabaya. Dari Surabaya naik Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang berangkat dari stasiun Pasar Turi jam 9 pagi dan 9 malam. Dari Jogjakarta ada kereta yang melayani Rute Jogjakarta-Banyuwangi dari stasiun Lempuyangan jam 6 pagi. Dari Malang ada kereta jurusan Malang-Banyuwangi dari stasiun Malang kota jam 12.30 WIB. Selain itu ada bus antar kota yang melayani jalur Banyuwangi-Surabaya melaui jalur Pantura ( Surabaya-Probolinggo-Situbondo-banyuwangi ) dan jalur selatan ( Surabaya-Probolinggo-Jember-Banyuwangi ).
Jalur Udara saat ini ada penerbangan langsung Jakarta-Surabaya-Banyuwangi PP. Ada juga beberepa kota yang telah melayani jalur penerbangan ke Banyuwangi yakni kota Bandung, Solo, Jogjakarta dan Denpasar. Pesawat yang melayani rute ini adalah Merpati Airlines dengan pesawat MA 60 berkapasitas 60 penumpang dan Wings Air dengan kapasitas 72 Kursi.
Sementara untuk yang melalui jalur laut, bisa menggunakan sarana beberapa kapal Pelni yang melayani jalur ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan sejumlah pulau lainnya. Kapal laut yang melayani jalur ke dan dari Banyuwangi antara lain Tata Mailau, Dobonsolo dan kapal-kapal lainnya.
Untuk akomodasi di Banyuwangi saat ini sudah banyak hotel dan penginapan yang tersedia dengan berbagai range harga dan fasilitas. Hotel-hotel itu tersebar mulai dari Kalibaru di lereng Gumitir hingga beberapa hotel dengan view selat Bali. Ada yang berada di pusat kota. Hotel berview pantai dan juga hotel berpanorama suasana perkebunan.
Selamat menikmati liburan ke Banyuwangi The Sunrise Of Java.