Telepom Umum

E7968cd529f1e73326eaf38442a156e4
Di era kemudahan teknologi seperti sekarang, penggunaan alat telekomunikasi ponsel dan koneksi internet terbilang kian merakyat. Artinya hampir semua lapisan masyarakat di tanah air bisa menikmatinya. Lalu, sejenak kita melirik fasilitas umum untuk berkomunikasi yakni Telepon Umum. Masih adakah yang menggunakannya?

PT Telkom Indonesia adalah Perusahaan Negara yang memfasilitasi ketersediaan alat komunikasi telepon umum, yang masih dapat kita jumpai di banyak titik seperti di stasiun, pusat perbelanjaan, rumah sakit serta tempat umum lainnya.

Nah, Pulsa Online, (26/12) pun mencoba mengamati fasilitas telpon ini yang berada di lantai dasar ITC Roxy Mas, Jakarta, dimana merupakan Telepon Umum Coin (TUC). Ada 5 unit terpasang, dan saat dicoba angkat gagang telepon, terdeteksi hanya 4 unit yang masih berfungsi. Uniknya, fasilitas ini seakan sia-sia tak terpakai, dimana berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama kurang lebih 2 jam di lokasi tersebut, hasilnya tidak ada satupun yang menggunakannya. Padahal sebagai tempat umum, banyak masyarakat berada di sentra perdagangan ini.

Kenyataan tersebut pun dibenarkan oleh petugas keamanan di lokasi tersebut. "Wah iya tuh Mas, sekarang di sini hampir ndak ada yang menggunakan telepon umum, soalnya sekarang kan rata-rata semua orang sudah punya minimal 1 handphone di tangan," terang Sastro, salah satu petugas keamanan. Ini tentunya sangat masuk akal, mengingat harga ponsel saat ini sudah sangat murah, bahkan ada yang barunya cuma Rp100 ribuan. Tak ayal, masyarakat lebih memilih menggunakan ponsel/handphone untuk berkomunikasi. Ini pun ditunjang oleh tarif komunikasi dari operator yang sudah semakin murah pula.
A465121daf9dafeea2766d10dc11d456
Sebagai informasi, ada beberapa jenis fasilitas telepon umum yang disediakan pemerintah, yaitu Telepon Umum Coin (TUC) dimana kita harus memasukkan keping uang sesuai setelan pada perangkat TUC (keping pecahan Rp.500 atau Rp. 1000). Kedua yakni Telepon Umum Kartu (TUK), dimana sempat popular di era 90-an, menggunakan selembar kartu telepon tipis (seukuran kartu kredit) dengan pecahan nominal berbeda-beda dan bisa dibeli di toko-toko tertentu. Uniknya, sekarang ini beberapa masyarakat malah mengkoleksinya sebagai hobi. Jenis ketiga yaitu telepon umum yang dirilis tahun 2009, yakni telepon umum kartu SOBAT (TUK SOBAT), lebih modern dengan memakai akses "fixed wireless" CDMA 2000 1x Telkom Flexi. Penggunaannya pun harus dengan kartu chip khusus, yang bisa diisi ulang.

Dengan melihat fenomena tersebut, tentunya fasilitas yang sia-sia tersebut juga banyak dijumpai di tempat lain. Dan, dari sini tampaknya pemerintah perlu untuk meninjau untuk merelokasi posisi fasilitas publik, telepon umum tersebut ke tempat-tempat yang lebih membutuhkan. Sebut saja daerah-daerah terpencil, kampung/desa/dusun yang masih kesulitan dalam hal komunikasi. Terlebih daerah yang belum terjangkau dengan baik oleh sinyal operator selular.

Tapi, untuk telepon umum di area publik seperti Rumah Sakit, Stasiun Kereta dan titik-titik pelayanan umum lainnya harus tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan, baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya. Bagaimana menurut Anda? (Hito/Wr)

Sumber Tabloid Pulsa