Ini dimensi semu, dunia maya. Kenapa aku malu untuk menyapamu?

"...Sejak lama terbesit ingin pergi meninggalkan dimensi semu ini. Tapi, semenjak bertemu dia?".

Seperti biasa aku buka akun facebook, memainkan game zynga poker kesuka'anku. Sebelumnya aku hanya senang download game, aplikasi, lagu, walpaper dan tema buat hpku. Sesekali membaca artikel yang menarik perhatianku..
Aku ingat sa'at usiaku 25 tahun, pernah mengenal mig33. Tahun-tahun berikutnya mIRC, mixit, nimbuzz, googletalk, ym dan imvu. Bukan karena sebagai pelampiasanku karena patah hati, tapi aku ingin mencari teman dan pekerja'an. Maklum waktu itu aku baru saja jadi pengangguran.
Aku juga punya friendster dan facebook, tapi tidak pernah aku buka. Jangankan coment, nglike atau nambah teman, update status jarang aku lakukan. Maklumlah aku lebih sibuk mencari game buat hpku.

Seiring waktu facebook menjadi booming. Disana-sini semuanya membicarakan facebook, bahkan beberapa temanku minta padaku untuk membuatkan facebook. Hahahaaa... Cowok ganteng, kuliah tapi tidak bisa buat facebook (kalah denganku cowok katrok).
Disana facebook disini facebook, aku baru sadar kalau facebook milikku jarang aku buka/update. Temanku juga tidak sampai 10 orang. Apalagi aku tertarik dengan permainan zynga poker yang harus login dulu dari facebook. Akhirnya aku aktif di facebook (tapi cuma untuk main zynga poker).
Waktu terus berjalan, hingga aku mengenal blogger, wordpress dan sebagainya. Entah mengapa aku jadi senang dengan dimensi semu ini... Sekejap bisa kesana, sekejap bisa kesini. Tinggal menulis langsung sampai ditujuan. Sampai-sampai aku kenal dan akrab dengan pemilik dan penjaga warnet, bahkan aku ditawari/diajak kerja untuk shift malam. Tapi aku menolaknya, karena belum bisa membagi waktu dengan pekerja'anku yang pertama.

"YA RABB, kenapa aku begini?" kata-kata itu keluar dari hatiku, apalagi sa'at melihat teman-teman seusiaku yang sibuk mencari nafkah untuk anak istrinya. Cepat atau lambat aku akan seperti mereka, menjadi pemimpin rumah tanggaku.
"Aku harus kembali kedunia nyata!".
Pekik hati kecilku memberontak.

Alhamdulillah, aku mulai bisa meninggalkan dimensi semu. Meski baru beberapa hari berjalan, tapi aku cukup senang bisa berbicara, tertawa dan bercanda dengan teman-temanku seperti dulu. Mereka nyata didepanku, walau terkadang tanpa sengaja aku berbuat salah pada mereka. Ma'afkan aku teman, ma'afkan aku sahabat..

...Astaghfirullah, kenapa 1 hal yang tidak bisa aku tinggalkan/lupakan. Seorang perempuan yang aku temui didunia semu, seorang perempuan yang mulai membuatku...
"Akh, tidak mungkin.. Aku tidak mengenalnya, dia tidak mengenalku.."
Tapi kenapa aku terpesona dengannya? Sedang kami tak pernah bertegur sapa, apa lagi saling berbicara. Tak mungkin kesalahan yang kedua terulang kembali dalam hidupku.
Aku berusaha tidak menemuinya dalam dimensi semu, tapi aku tidak mampu.
Setiap dia melintas hatiku tak bisa berbuat apa-apa? Aku malu ingin menyapanya, padahal aku rindu. Inikan dimensi semu kenapa aku malu? Padahal aku seharusnya bisa berkata apapun yang aku mau. Tapi kenapa aku tak mampu?
Aku cuma bisa tersenyum dalam hatiku. Mengaguminya dalam dimensi semu, melihatnya menulis tentang isi hatinya. Beruntunglah lelaki yang kelak memilikinya, menjadi suaminya.
Andai saja dia ada didunia nyata, aku akan ikut bersaing dengan lelaki lain untuk mendapatkan cintanya. Menjadikannya istriku hingga akhir usia jasadku...

"Ya RABB dia milikMU, jika ENGKAU meridhai kami bersatu dalam ikatan pernikahan pertemukan aku dalam dunia nyata..."