Malam ini

Gerimis belum juga reda dari sore tadi. Kupaksakan kaki melangkah keluar rumah, maklum dari tadi pagi perutku belum kemasukan nasi.
Seperti biasa, jika gerimis aku lewat gang menuju warung langgananku yang ada didepan bangunan kosong yang dulunya bekas bioskop.
Disalah satu rumah yang aku lewati duduk seorang ibu tua, dia seorang diri menatap kosong diantara gerimis. Tapi masih sempat tersenyum sa'at aku menyapanya. Dalam hati aku bertanya, dimana gadis pemilik rumah itu yang biasanya duduk bersama ibu tua tadi?
Tak lama kemudian aku sampai diwarung langgananku, memesan nasi goreng dan segelas air putih. Sembari pesananku dibuatkan aku memainkan hp jadulku, tiba-tiba pandanganku tertuju pada warung kopi yang ada disudut bangunan tua bekas bioskop. Lampunya redup seperti sinar lilin/damar, tak satupun pembeli yang aku lihat kecuali bapak tua pemilik warung itu. Dia duduk menyandar dan sesekali menghisap tembakau kesuka'annya.
10 tahun silam, atau mungkin 20 tahun silam. Warung kopi itu dulunya ramai karena pengunjung bioskop juga masih ramai. Tapi kini gedung bioskop itu tutup, gelap dan kumuh...

"mas silahkan nasi gorengnya"